Kompensasi power faktor dengan Kapasitor Bank (Part 1)
Pada dasarnya setiap mesin tu diciptakan untuk merubah energi.. sadarkah anda? kenapa bisa demikian?
Dilihat dari sudut pandang bidang ketenaga listrikan, terdapat dua point utama:
- “Active“ Energy atau yang lebih populer disebut daya aktif, yang terukur pada kWh meter (P), digunakan untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik dan panas.
- “Reactive” Energy atau yang lebih beken disebut dengan daya reaktif (Q), diperlukan untuk beban-beban induktif seperti motor, transformer dan lain sebagainya.
Apa itu power faktor?
Sering sekali kita mendengar istilah ini, power faktor, atau banyak yang menyebutkan, cos phi, bahkan sampai fasih-nya ada juga yang bilang, cos V, hehe… (just kidding
). Nah, apa itu power faktor/ faktor daya/ cos phi?
“Efisiensi tenaga listrik dari sebuah sistem instalasi, di ukur dengan faktor daya/cos phi“
dimana:
PF= active power/apparent power = P (kW)/S (kVA) = cos phi
Pada sistem sinosudial, cos phi mengindikasikan tingkat dari daya reaktif yang dikonsumsi oleh beban. Berikut adalah rata-rata pengaruh tingkat pembebanan beban induktif terhadap power faktor:
“Lho, kenapa kok pada saat beban penuh motor asinkron power faktornya tambah bagus? bukannya motor asinkron itu beban induktif-nya gede?”
ya, pertanyaan bermutu! begini…
daya reaktif (Q), dibutuhkan oleh beban-beban induktif seperti diatas, jika beban tersebut dimanfaatkan secara maksimal, maka hasilnya juga maksimal, karena daya reaktif terpenuhi.. lihat point 2 pada mukadimah diatas. ini dia perbandingannya :
Nyambung ke posting selanjutnya yah…



Trackbacks & Pingbacks